Belajar Ikhlas dari Drama What’s Wrong With Secretary Kim

by - September 15, 2018


Para pecinta drama korea tentu sudah tidak asing dengan salah satu drama yang cukup popular dikalangan masyarakat Indonesia. kepopuleran drama ini juga didasari oleh tingginya rating yang didapatkan dari penayangan perdana drama ini pada tanggal 6 juni 2018. Sudah lama memang dari masa penayangannya tapi mengapa baru aku bahas sekarang ?
Ini adalah postingan perdanaku yang membahas topic tentang drama korea. Apakah aku suka drama korea, atau hanya iseng belaka sehingga memuat konten korea?

Alasannya sih sederhana. Belakangan ini, banyak sekali waktu sendiri dan bebas dari kegiatan kampus maupun kegiatan lainnya. Bisa dibilang jadi pengangguran selama sebulan. Banyaknya waktu luang yang aku miliki, membuatku banyak berfikir untuk memikirkan tentang diriku dan sekitarku. Ntah, penting atau tidak yang aku pikirkan namun selama menjadi pengangguran ini, dengan waktu yang kumiliki aku sedikit berfikir. Mengapa aku dilahirkan menjadi anak bungsu, bahagiakah atau tidak aku hidup selama ini atau hal apa yang harus aku lakukan hari ini.

Terlahir menjadi si bungsu

Banyak yang bilang kalau menjadi anak bungsu itu menyenangkan. Banyak saudara yang memperhatikan. Apalagi aku bungsu dari 6 bersaudara. Sebelum membaca ke bagian selanjutnya coba pikirkan bagaimana bentuk kebahagiaan yang aku miliki.

Yah, lahir di keluarga sederhana dengan dua saudara perempuan dan tiga saudara laki laki sungguh sangat indah ku miliki. Bahagia, diperhatikan dan kalau ada apa apa mudah sepertinya begitu yang aku rasakan dulu. Dulu? Terus bagaimana dengan sekarang? Apa tak sebahagia dulu?

Seiring bertambahnya usia, bentuk kebahagiaan mulai berubah. Memang, bahagia itu sederhana. Bisa makan bareng dan tertawa bareng bersama keluarga itu sudah menjadi bentuk kebahagiaan ketika kita dirumah. Namun rasanya, ntah hanya aku yang merasakan atau kalianpun juga merasakannya kebahagiaan semacam itu akan luntur seiring dengan bertambahnya masalah - masalah kehidupan lainnya.   semakin tua, semakin banyak masalah yang dihadapi dan semakin pula kedewasaan kita akan diuji. Kedewasaan dalam menanggapi masalah, dewasa dalam mengambil keputusan dan dewasa untuk memposisikan diri untuk berfikir lebih luas dan positif.

Dari drama yang diangkat dari cerita webtoon “What’s wrong with secretary kim” aku belajar menjadi peran secretary kim yang dengan ikhlas menghadapi problematika kehidupannya. Singkat cerita mengapa aku belajar dari peran yang suskses diperankan langsung oleh aktris korea yang bernama Park Min Young. Berperan sebagai Kim Mi So ini terlahir dari keluarga kecil dengan dua saudara perempuan dan ayah yang bekerja sebagai penyanyi rocker. Kim Mi So sejak kecil sudah ditinggal oleh ibunya yang meninggal dalam kecelakaan mobil. Kehidupan Kim Mi So yang sederhana harus diimbangi dengan kerja kerasnya menjadi keryawan kantor selama sembilan tahun untuk menghidupi keluarganya. Alasan Kim Mi So bekerja sebagai pegawai kantor merupakan alasan untuk dia bisa bertahan hidup dan membiayai perkuliahan kedua kakaknya.

Dari cerita tersebut yang dengan indah divisualkan oleh pihak TvN membuatku belajar akan pentingnya hidup untuk tidak menjadi sombong, egois serta kerja keras yang didampingi perasaan ikhlas setiap menjalaninya. Peran Kim Mi So membuatku sadar bahwa, tidak selamanya menjadi si bungsu itu kita harus menadahkan kedua tangan kita untuk meminta hasil dari saudara. Selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga tanpa mengeluh tentang keadaan dirinya. Dan dia tidak pernah pelit untuk membantu saudaranya untuk menggapai cita - cita mereka. Walaupun sebenarnya impian Kim Mi So sendiri belum bernah terfikirkan olehnya. Dari cerita yang disampaikan, keikhlasan yang dijalani Kim Mi So semakin membuatku sadar bahwasannya aku disini harusnya bisa sepertinya. Tetap tersenyum dengan masalah yang dihadapi. Masalah kantor dan masalah keluarga. Walaupun hanya melalui cerita drama yang divisualkan dilayar kaca. Aku selalu mengambil makna yang disampaikan dari setiap cerita. Karena bagiku, iya benar itu hanyalah ilusi belaka tapi yang ku yakini adalah, cerita yang dikembangkan semacam itu tentu berasal dari pengalaman dibaliknya.

Jadi hal yang dapat aku ambil dari kisah ini adalah kisah keikhlasan yang di perankan Kim Mi So sebagai bungsu dari keluarga sederhana. Jadi aku berfikir dalam kehidupanku, mengapa aku selalu mengeluh dengan latar belakangku sebagai bungsu. Sudah waktunya bersikap dewasa dengan masalah yang dihadapi. Menciptakan kebahagiaan versiku sendiri tanpa iri dengki dengan kebahagiaan orang lain. Yang terpenting adalah aku harus selalu bersyukur dengan keadaanku, keluarga yang aku miliki, teman dekat dan sahabat yang selalu mendukung dan ada setiap aku butuh. Bentuk kebahagiaan yang super duper baik yang Tuhan berikan kepadaku.

You May Also Like

1 comments