Bukit Kapur Arosbaya bak Wisata Green Canyon Arizona

by - July 13, 2018

Bukit Kapur Arosbaya, gak kalah keren dengan Green Canyon Arizona


Wisata alam bagiku memang tidak ada puasnya untuk dinikmati. Keindahan yang alami dari sang Maha Pencipta tak perlu diragukan keelokannya. Namun kali ini, salah satu ciptaan Tuhan menjadi sangat memukau ketika manusia turut berperan. Yah, memang benar sebuah bukit yang berlokasi di Desa Buduran Kecamatan Arosbaya ini merupakan sebuah bukit atau gundukan batu yang menjadi destinasi wisata favorit di Arosbaya.



Bukit Kapur Arosbaya berlokasi di desa Buduran Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan. Menjadi salah satu objek wisata Arosbaya, tidak jauh dari wisata religi Makam Rato Ebuh (Aermata). Keindahan dari Bukit Kapur Arosbaya ini berawal dari kegiatan sehari hari masyarakat desa Buduran yakni memahat batu.
Dahulunya Bukit Kapur Arosbaya dikenal masyarakat setempat sebagai Jureng. Dalam bahasa Indonesia jureng berarti jurang. Lokasi yang menjorok ke bawah untuk menuju akses lokasi membuat masyarakat setempat menyebutnya jureng. “Entarrah ka’dimmah kak?” , “yak entarrah ke jureng”. Dari situlah jureng mulai menjadi aktifitas dan sebagai tempat mata pencarian bagi masyarakat setempat.

Kegiatan yang dilakukan masyarakat setempat adalah memahat gundukan batu untuk dijadikan sebagai batu nisan dan tanah bedel. Dari pahatan yang diciptakan masyarakat ini yang terjadi bertahun tahun lamanya, meninggalkan sebuah bekas yang cantik bak Green Canyon di Arizona Amerika Serikat. Keindahan – keindahan yang terjadi tak disadari oleh warga sekitar. Namun ketika salah satu masyarakat mengunggah nya kemedia sosial, Bukit Kapur Arosbaya mulai dikenal wisatawan hingga sekarang.

Dengan dikenalnya Bukit Kapur Arosbaya sebagai destinasi wisata, terciptanya spot foto yang instagramable sesuai kebutuhan anak muda maupun traveler jaman sekarang. Keunikan background dan warna batu yang kecoklatan menjadikan hasil foto lebih ciamik untuk koleksi postingan di media sosial.



Namun bagaimana akses dan harga tiket masuk Bukit Kapur Arosbaya?
Terletak strategis dan berada disekitar pemukiman warga, akses masuk ke wisata ini tidaklah sulit. Berlokasi disekitar Makam Rato Ebuh yang terkenal. Berada di gang kanan sebelum pintu masuk aermata akan ada plang petunjuk. Cukup menanyakan ke warga sekitar, maka akan ditunjukkan rute perjalanannya. Dari pusat kota Bangkalan jarak menuju Bukit Kapur Arosbaya sekitar 17 km. Bisa diakses menggunakan kendaraan umum maupun pribadi.

Tarif kendaraan umum / angkot
Dari pelabuhan kamal – lampu merah arosbaya = Rp 15.000,-  (Berhubung jarang sekali ada angkot yang langsung menuju tempat lokasi wisata. Maka kamu harus pindah angkutan umum dari lampu merah Arosbaya dan cukup membayar Rp 3.000,-)

Harga tiket masuk dan parkir
Tiket masuk dikenakan Rp 5.000,-/orang.
Parkir motor = Rp 5.000,-
Parkir mobil = Rp 20.000,-
Tarif ini bisa mengalami perubahan sewaktu waktu sesuai dengan kebijakan dari pengelola setempat. Perlu diketahui bahwasannya wisata Bukit Kapur Arosbaya ini tidak dikelola langsung oleh pemerintah Kota Bangkalan alasannya lahan tanah merupakan milik warga setempat. Namun walaupun dikelola sendiri oleh masyarakat, keadaan lokasi wisata semakin berkembang dengan fasilitas yang diberikan daripada sebelumnya.


Lantas sudahkah tertarik untuk mengunjungi Green Canyon nya Arosbaya? Selain akses yang mudah dan tarif yang terjangkau, kamu bisa menyaksikan bagaimana masyarakat setempat dapat meninggalkan bekas pahatan yang memukau untuk dinikmati. Sama dengan postingan travel sebelumnya, aku akan memberikan saran buat kamu yang akan berkunjung.

Tips nya adalah :
  • Lebih baik menggunakan akses sepeda motor, biar apa? Biar kamu gak jalan kaki menuju lokasi. Hahaha (kan aku kasian).
  • Karena lokasi yang menjorok ke bawah (jureng) hati hati dalam menyetirnya. Tetap fokus ke depan, jangan menikmati pemandangan dulu. Ntar kamu jatoh lagi wkwkwk.
  • Gunakan outfit yang tidak terlalu tebal namun tetap kece, jangan salah kostum. kek aku gtu.
  • Lebih baik menggunakan kamera poket ya, biar hasilnya semakin cetar membahana.
  • Bawa bekal, cuaca yang panas memungkinkan kamu untuk ingin minum. Tapi jangan khawatir, disekitar ada penjual juga kok. Kamu bisa menikmati rujak dengan setelah es degan segar melepas dahaga setelah kamu puas berkeliling.
  • Lebih baik memang datang disiang hari, karena pancaran sinar matahari membuat hasil fotomu semakin menarik.
(kalau butuh tour guide tinggal hubungi aku saja. Walau bukan warga asli buduran, rumahku tidak begitu jauh dari lokasi) happy traveling ...



You May Also Like

8 comments