Anak Kecil

by - April 18, 2017

Pagi ini 06.30 adalah waktu Gadis untuk mepersiapkan diri untuk berangkat sekolah. Tidak jauh dari kompleks rumahnya SMA Harapan II dapat ditempuh dengan jarak 1 km. Gadis biasanya berangkat sekolah dijemput oleh kedua sahabatnya yakni Ratna dan Nisa. Mereka sudah bersahabat sejak masa pertama mendaftar dan dipertemukan kembali dalam satu kelompok di Masa Orientasi Siswa. Persahabatan mereka sudah terjadi hingga saat ini memasuki tahun ajaran baru untuk naik ke kelas 12.
Walaupun hampir 3 tahun bersama Gadis, Ratna dan Nisa memiliki kesibukan yang berbeda namun tetap saling mendukung apapun yang dilakukan oleh sahabatnya. Gadis adalah seorang model hijab yang setiap minggu akan disibukkan dengan acara pentas dan pemotretan. Ratna anggota tim basket putri dari SMA Harapan II dan sudah sering mengikuti pertandingan antar sekolah. Sedangkan Nisa hanyalah seorang siswi biasa yang hanya memiliki kesibukan menemani Ratna latian setiap Selasa sore.
Hal wajib yang dilakukan oleh ke tiga sahabat ini adalah rutinitas berkumpul setiap malam minggu. Kegiatan ini disepakati sejak mereka sama – sama merasa belum memiliki pacar dan membahagiakan diri dengan berkumpul bersama orang tersayang yaitu sahabat. Rumah Gadis yang selalu menjadi tempat berkumpul, selain memiliki halaman yang cukup luas dan dilengkapi dengan Gazebo unik yang dipersembahkan oleh ayah Gadis di ulang tahun Gadis ke 15 tahun. Walaupun bukan malam minggu rumah Gadis tetap menjadi tempat ternyaman diantara tempat yang ada. Bukan Café modern dengan ornament lucu tapi kenyamanan, keramahan orang rumah Gadis menjadi pilihan bisa dibilang seperti menjadi rumah ke 2 bagi Ratna dan Nisa.
Kecantikan Gadis selalu menjadi primadona tersendiri bagi siswa di SMA Harapan II. Selain paras cantik, memiliki tinggi badan 175cm dan selalu juara kelas menjadikan setiap siswa mengidolakannya. Bukan hanya siswa, guru – guru pun sangat menyayangi Gadis.
Bel istirahat berbunyi Gadis, Ratna dan Nisa sudah mulai melangkahkan kaki ke kantin. “Dis, kamu makan apa sekarang?”, tanya Nisa.
“Makan mie ayam Pak Rahmat aja yuk”, jawab Gadis.
“Nah . . . boleh tuh pake sambel, kecap dikit terus minumnya es teh”, sambung Ratna.
“MANTAPPPPP, oke sekarang aku yang traktir deh”, sambung Gadis.
“Wahhhh ibu Model lagi gajian nihhhh”, sambil tertawa mereka bertiga mempercepat langkahnya.
Percakapan singkat itu yang membawa ketiga sahabat ini menuju kedai mie ayam Pak Rahmat. Sambil menunggu Gadis memesan apa yang diinginkan kedua sahabatnya Ratna dan Nisa terfokuskan pandangan pada salah satu cowok.
“Nis, lu liat deh kak Yoga. Ganteng banget kannnnn?” sambil tersenyum Ratna.
“Semua orang juga tau kalau kak Yoga itu ganteng. Emangnya kenapa? Kan juga sering ketemu dilapangan!” terang Nisa.
“Iya sering ketemu, dia loh perfect banget, udah ganteng, kapten tim basket, juara olimpiade matematika lagi, unchhhhh suka banget aku, meleleh”, jelas Ratna dengan wajah bahagianya.
Tiba – tiba Gadis datang membawa pesanan mie ayam Pak Rahmat sesuai keinginan kedua sahabatnya. Melihat kedua sahabatnya tidak memberikan apresiasi atas apa yang dibawa oleh nya, membuat Gadis  kesal.
“Ngomongin apaan sih? Serius amat. Ini mie ayam kalau gak mau mau aku sedekahin!”, tegas Gadis.
“wkwkwk apa sih Dis, kita cuman lagi ngobrolin Kak Yoga”, terang Nisa.
“ohhh kak Yoga Kapten tim basket itu?”, sambung Gadis
“iya, itu si Ratna udah suka dia sejak dulu”, jelas Gadis.
Pembicaraan merekapun berlanjut sambil menikmati sedapnya mie ayam pak Rahmat yang sudah menjadi langganan sejak dulu. Bahkan sejak kedua orang tua Ratna masih menuntut ilmu di SMA Harapan II. Hingga bel masuk berbunyi pembicaraan mengenai Kapten tim basket SMA Harapan II masih hangat diperbincangkan oleh mereka bertiga.
Gadis menyarankan kepada Ratna untuk tetap memberikan yang terbaik dalam penampilannya dilapangan agar Kak Yoga bisa mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Ratna. Dari hal itu, Ratna dan kak Yoga bisa saling kenal nantinya. Saran yang disampaikan Gadis diterima betul oleh Ratna. Dan seperti biasa Nisa akan selalu mendukung apapun yang dilakukan sahabat – sahabatnya selagi itu masih dalam hal baik.
Dalam perjalanan menuju kelas, Gadis menyampaikan kepada kedua sahabatnya bahwa bulan depan dia akan disibukkan dengan pemotretan menyambut hari kartini. Kesibukan yang akan dilakukan Gadis akan menyatakan bahwa pertemuan setiap malam minggu akan jarang Gadis lakukan, namun tidak menghalangi Ratna dan Nisa untuk tetap bermain di rumah Gadis.
Gadis sudah jarang ditemui disekolah maupun di rumah. Pekerjaan yang biasa dilakukan bertiga sekarang sudah tidak bisa dilakukan bersama lagi.

Nisa mendengar kabar bahwa Gadis mendapatkan juara umum dalam Festifal yang diikuti. Mendengar kabar itu Ratna dan Nisa merencanakan sesuatu untuk memberikan kejutan selamat atas kemenangan Gadis. Gazebo dihias sedemikian rupa untuk menyambut kedatangan Gadis dan berharap Gadis akan menyukai apa yang telah dipersiapkan oleh kedua sahabatnya ini. Bukan hal yang susah bagi Ratna dan Nisa dalam mengatur strategi untuk membuat Gadis terpesona, karena mereka sudah seperti saudara.
Gadis sangat senang dengan apa yang disiapkan oleh sahabatnya. Tapi dari kebahagiaan yang dirasakan Gadis, dia merasakan bahwa dia akan berpisah dengan kedua sahabat tercintanya. Hal mengganjal dari raut wajah Gadis dirasakan oleh Nisa.
“Kamu kenapa?, ada masalah lain ? ceritalah !”, tanya Nisa. Dengan pertanyaan Nisa ini Gadispun menanyakan apa yang sedang dipikirkannya. Gadis menceritakan bahwa hasil dia menjuarai Festifal mendapatkan hadiah berupa beasiswa pendidikan ke Malaysia dan akan dikontrak selama masa pendidikan. Gadis bingung untuk memilih, dia teringat akan janji yang dibuat bersama Ratna dan Nisa untuk sukses bersama di negara sendiri. Mendengar pernyataan Gadis, kedua sahabatnyapun memberikan penjelasan. “Berangkatlah Dis, ini kesempatan langka. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini. Jangan pikirkan janji kita, itu hanyalah janji saat kita belum mengerti apa – apa. Kita bahagia sahabat kita mendapatkan hal yang tak mudah orang lain dapatkan. Berangkatlah !”, jelas Ratna. Suasana heningpun dibalut berpelukan antara ketiga sahabat ini.
Selesai

You May Also Like

0 comments